Buku Tamu  ::   Surat Pembaca  ::   Kontak Kami  ::   

Informasi dan Undangan Liputan 0816 148 6092

Berita


Minggu, 16 Juni 2013 20:05 Oleh: Siti Fatiyatul, S.Pd.I Guru SGI (Sekolah Guru Indonesia) – Dompet Dhuafa.

Pendidikan Berkarakter

Siti Fatiyatul, S.Pd.I

Saat ini tidak asing lagi dengan Pendidikan berkarakter. Metode Sentra merupakan salah satu metode untuk menuju pendidikan karaker.

 

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang metode penjawab pendidikan karakter, kita ingat kembali apa itu karakter. Karakter berasal  dari bahasa inggris character yang artinya watak. Sedangkan watak sendiri ada dua macam. Watak baik dan watak buruk.

Watak baik disebut dengan karakter sedangkan watak buruk disebut dengan tabiat. Pendidikan karakter yang telah dicanangkan pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional merupakan suatu primadona tersendiri. Sekolah-sekolah berlomba untuk membumikan pendidikan karakter. Ada satu metode yang bisa mewujudkan pendidikan karakter. Metode itu dikenal dengan Metode Sentra.

Metode Sentra dikembangkan sejak tahun 1970-an oleh Dr. Pamela Phelps. Pakar dari Tallahassee Florida  USA ini menyebutnya dengan  Beyond Centers and Circle Time. Di Indonesia yang pertama kali memperkenalkan metode ini yaitu drg. Wismiarti Tamin pada tahun 1996.

Beliau adalah pendiri Sekolah Al-Falah di Ciracas, Jakarta Timur. Basis dari metode sentra yaitu belajar sambil bermain. Dalam Metode Sentra anak-anak dinilai berdasarkan kemampuan masing-masing anak.

Dengan menggunakan metode ini, bisa mengembangkan kecerdasan anak sesuai porsinya. Secara prakteknya, metode ini hampir sama  dengan metode tematik yang digunakan di kelas 1-3 SD. Yang membedakan adalah pengkhususan masing-masing sentra. Ada tujuh sentra yang  diterapkan dalam metode ini:

1.            Sentra Persiapan (keaksaraan dan calistung)

2.            Sentra Seni (kreatifitas, imajinasi, motorik halus dan kasar)

3.            Sentra Bahan Alam (sains, sensori motor)

4.            Sentra Balok (konstruksi, geometri, akurasi, keseimbangan)

5.            Sentra Imtaq (ritual, dasar-dasar keberagamaan)

6.            Sentra Main Peran Besar (profesi)

7.            Sentra Main Peran Kecil (menjadi dalang).

 

Dari ketujuh sentra itu diharapkan siswa dapat membentuk konsep berpikir yang kritis, analitis dan benar. Dalam pembelajaran, posisi duduk tidak lagi guru di depan papan tulis. Akan tetapi, semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara melingkar. Guru duduk melingkar  dengan siswa-siswa atau dikenal dengan circle time. Hal ini bertujuan untuk membangun rasa kesetaraan antara guru dan murid.

Dalam menyapa, tidak lagi dengan ‘anak-anak’, melainkan ‘teman’. Siswa menjadi teman guru dan juga sebaliknya. Selain itu, kalimat yang digunakan guru dalam pembelajaran harus mengandung SPOK (Subyek, predikat, obyek dan keterangan). Selain dari hal-hal diatas, ada beberapa yang harus diperhatikan dalam menggunakan Metode Sentra. Jumlah siswa dalam satu kelas tidak  lebih dari 12 siswa. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Selain itu, guru dilarang  melakukan 3M selama pembelajaran.

Pertama, guru dilarang Melarang, dengan tujuan agar anak berani bertindak dan berpendapat. Kedua, guru dilarang Menyuruh, agar anak memiliki inisiatif sendiri. Ketiga, guru dilarang Marah, agar tidak kehilangan akal sehat. Ketika  memasuki kelas, guru tidak lagi berpikir “apa yang akan aku ajarkan kepada anak hari ini” tapi yang ada di pikiran guru yaitu “apa  yang akan aku pelajari dari anak hari ini”. Yang tak kalah penting guru mengajarkan disiplin dengan cinta. Guru tidak hanya menyuruh  anak untuk disiplin, tetapi guru memberi contoh secara langsung. Sehingga hal ini lebih efektif agar anak lebih mudah untuk  menerapkannya.

Menggunakan metode bagaikan minum obat ketika kita sakit. Minumlah obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita. Gunakanlah metode  sesuai dengan kondisi siswa dan lingkungan. Semoga tulisan sedikit ini bisa menambah referensi tentang metode pembelajaran.*

Social Bookmarks (sp_socialbookmarks): Could not open file "".

Komentar

Tidak ada data diketemukan

Belum ada yang berkomentar

Tambah Komentar

Adding an entry to the guestbook
CAPTCHA image for SPAM prevention