Buku Tamu  ::   Surat Pembaca  ::   Kontak Kami  ::   

Informasi dan Undangan Liputan 0816 148 6092

Berita


Minggu, 01 Januari 2017 23:05 Oleh: tjahyadi ermawan

Catatan Awal Tahun 2017

Iraha jeung Saha Anu BISA Nulungan Bu Euis?

Saha anu BISA nulungan Bu Euis? Foto: Sandika Fadilah | Tjahyadi Ermawan | wartapakwancom

Siang dan malam, suka dan duka sudah berpasangan sejak bumi diciptakan oleh Tuhan yang maha kuasa. Itulah realita kehidupan.

RIBUAN warga Bogor berhak atas kegembiraan. Keriaan yang disajikan Pemkot Bogor melalui pesta kembang api, sajian music dan berbagai gimix lainnya yang mengiringi pergantian malam tahun baru di kawasan Tugu Kujang menjadi keniscayaan bagi mereka.

Menghibur warga Bogor adalah hal yang utama. Kerlap kerlip lampu dan jedar jedor kembang api dirasa cukup membuat (sebagian) warga Bogor sumringah. Over all, malam pergantian tahun di Kota Bogor aman terkendali. Warga puas, Muspida juga sumringah. Bogor aman, Bogor menyenangkan. So Wonderfull.

At the other side, di Kampung Pasir Jambu Kelurahan Empang, ada satu warga Kota Bogor, yaitu Ibu Euis yang sedang berharap segera mendapat kabar dari RS Fatmawati. Beliau adalah warga Kota Hujan yang divonis dokter mengidap digestif. Naon eta? Indonesianya mah penyakit dalam. Ada benjolan di lambung. Hasil CT Scan di RS PMI Bogor mensyaratkan agar Ibu Euis dirujuk ke RS Fatmawati.

Mengapa? Dari hasil dialog dengan Kepala Puskesmas Bondongan, dokter Andy dan juga Lurah Empang Wagimin beberapa waktu lalu di kediaman Bu Euis, ternyata untuk sakit yang diderita Ibu Euis ini belum ada dokter ahlinya. Di Kota Bogor belum punya dokternya, sekelas RS PMI pun tidak ada.

Jadi, itulah kenapa sangat vital untuk BISA mendapatkan kamar di RS Fatmawati. Bu euis harus dioperasi, harus segera dioperasi karena semakin hari tentu sangat berpengaruh. Kecepatan penanganan medis cukup menentukan.

Masalahnya, karena RS Fatmawati adalah rujukan nasional sama hal nya dengan RSCM, maka lobi dari level Pemimpin Daerah adalah suatu keniscayaan. Pertanyaannya, sudikah dan maukah wahai para pemimpin Kota Bogor untuk membantu memperjuangkan warganya BISA segera dirawat di RS Fatmawati? Kudu BISA atuh. ***(sebuah catatan awal 2017)

 

Social Bookmarks (sp_socialbookmarks): Could not open file "".

Komentar

Tidak ada data diketemukan

Belum ada yang berkomentar

Tambah Komentar

Adding an entry to the guestbook
CAPTCHA image for SPAM prevention