Buku Tamu  ::   Surat Pembaca  ::   Kontak Kami  ::   

Informasi dan Undangan Liputan 0816 148 6092

Berita


Senin, 24 Oktober 2016 01:00

Field Trip FISIB UNPAK-1

Lebih Mengenal Situs Purba Cibalay

Jupel Cibalay, Kang Deni memberikan penjelasan kepada mahasiswa dari FISIB UNPAK terkait keberadaan situs purba ini. Foto: Acay | WP

Sebanyak 29 mahasiswa FISIB Universitas Pakuan bersama Tim Bogor Historia melakukan visitasi ke Situs Megalitik Cibalay yang terletak di Kampung Cibalay, Desa Tapos I, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor pada Minggu (23/10).

Rombongan dilepas Dosen SKI, David Rizar Nugroho di pelataran parkir depan Rektorat Universitas Pakuan. Kepada para mahasiswa, David yang juga Pimred Harian Pakuan Raya ini meminta mahasiswa untuk memanfaatkan visitasi ke Situs Cibalay dengan sebaik-baiknya.

“Bogor sangat kaya dengan situs-situs bersejarah peninggalan leluhur Kerajaan Pakuan Pajajaran, maunpun kerajaan yang sudah ada jauh sebelum Pajajaran. Jadi, harus banyak tanya pada jupel maupun kakak-kakak dari Bogor Historia supaya wawasan dan pengetahuan bertambah,” pesan David.

Rombongan bertolak pukul 07.00 dari Kampus Universitas Pakuan, Ciheuleut, Kota Bogor. Mereka tiba di lokasi di Situs Cibalay pukul 08.45. Dari area parkir, rombongan berjalan kaki sekitar 15 menit menyusuri jalan setapak menuju kawasan inti Situs Cibalay.

Tepat pukul 09.00 rombongan tiba di Saung Cibalay, dan mereka diterima oleh juru pelihara, Kang Deni. Setelah rehat sejenak, mahasiswa dipandu Kang Deni dan Kang Wahyu, berkeliling menuju sejumlah titik situs. “total ada 8 situs sementara ini di Cibalay, dan teman-teman mahasiswa dari FISIB UNPAK mengunjungi empat situs yaitu jami piciing, kebon kopi, arca domas dan Cipangentehan,” terang Deni. Adapun untuk situs Batu Gores dan beberapa titik lainnya tidak dikunjungi karena medan yang cukup berat.

Meski demikian, para mahasiswa menikmati field trip ini.  Intan Pratiwi, mengatakan dirinya senang bisa berkunjung ke Situs Megalitik Cibalay. “Peninggalan yang diperkirakan dari zaman megalitikum di desa cibalay ini umumnya berupa menhir, dolmen, gerabah, dan gua bekas pemukiman warga zaman dahulu yg mayoritas adalah pemburu dan petani. Semua situs yang ada berfungsi sebagai tempat ritual dan pemujaan,”ujar Intan.

Selain itu, intan juga menyebut trip ke Cibalay memberikan kesan tersendiri. Menyusuri rute menanjak, turunan yang licin dan menembus pekatnya hutan pinus. “Habis itu diguyur hujan, sesuatu banget. Pokoknya recommended banget,” pungkas Intan. (cay)

Social Bookmarks (sp_socialbookmarks): Could not open file "".

Komentar

Tidak ada data diketemukan

Belum ada yang berkomentar

Tambah Komentar

Adding an entry to the guestbook
CAPTCHA image for SPAM prevention