Buku Tamu  ::   Surat Pembaca  ::   Kontak Kami  ::   

Kabupaten Bogor menempati peringkat tiga besar pada Porda Jabar XII

Berita


Jumat, 13 Mei 2011 11:19

Karya: Dede H. Permanadikusumah

Lukisan Gaib Keraton Padjadjaran

Inilah Lukisan Gaib Keraton Padjadjaran. Foto: Erwan | Warta Pakwan

Melengkapi lukisan gaib sebelumnya, kini telah hadir Lukisan Gaib Timbul Tenggelam saling berkaitan berjudul Keraton Padjdjaran.

Lukisan Gaib timbul tenggelam saling berkaitan. Ungkapan itu ternyata benar. Terbukti, setelah selesai lukisan gaib Masa Keemasan Padjadjaran semasa pemerintahan Sri Baduga Maharaja Kanjeng Prabu Siliwangi, kini hadir tiga lukisan gaib.

Menurut pelukisnya, Dede H Permanadikusumah, tiga lukisan gaib tersebut masih berhubungan atau sagajang dengan lukisan Masa Keemasan. Dua lukisan itu masing-masing diberi judul Kabuyutan Padjadjaran dan Pasukan Elit Padjadjaran. Sehingga saat ini terdapat tiga lukisan gaib yang berkisah tentang Padjadjaran.

Paling terbaru, pekan ini Dede kembali merampungkan satu lukisan gaib tentang Padjadjaran yang berjudul Keraton Padjadjaran sehingga total terdapat empat lukisan gaib timbul tenggelam saling berkaitan tentang Padjadjaran.

Disebut lukisan gaib karena sang pelukis tak bisa melukisan, dan baru melukis ketika ada gerakan untuk melukis dengan jari-jemarinya. Hanya sebagian kecil yang menggunakan kuas.

Lantas, apa yang dikisahkan dari dua lukisan gaib tersebut? Untuk lukisan gaib Kabuyutan Padjadjaran menggambarkan tentang sejarah asli dan letak kabuyutan atau tempat daerah suci jaman Kerajaan Sunda Galuh menjadi Padjadjaran yang dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi. Letaknya saat ini adalah daerah Batutulis, khususnya di kawasan Istana Batutulis, Bogor.

”Dalam lukisan tergambar susuhunan, dan letak daerah yang berkontur. Ada juga pegunungan dan gambar wajah maung bodas. Itu menunjukkan letak Kabuyutan Padjadjaran. Tapi, jangan salah. Prabu Siliwangi tidak berubah menjadi maung bodas,” jelas Dede.

Ini masih terkait dengan lukisan gaib keempat, yaitu Keraton Padjadjaran yang menggambarkan posisi, dan formasi serta aktivitas di lingkungan Keraton Padjadjaran. ”Sekarang makin lengkap. Sudah ada Lukisan Masa Keemasan Padjadjaran, Kabuyutan Padjadjaran, Pasukan Elit Padjadjaran dan kini Keraton Padjadjaran. Semua saling terkait dan mengisahkan kejayaan Padjadjaran,” jelas Dede.

Mengapa demikian? Lanjut Dede, dengan ageman ajaran leluhur dan melaksanakan nasehat dari orangtuanya, Prabu Siliwangi dalam memerintah kerajaan dan memimpin rakyatnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menjalankan arti dan makna dari Kalimat Siliwangi, yaitu Silih Asah Silih Asih, Silih Asuh dan Silih Wangian.

”Raja yang sangat memuliakan rakyatnya. Jadi, tidak mungkin pada akhirnya Prabu Siliwangi menjadi Maung Bodas,” sambung Dede.

Namun, bahwa Prabu Siliwangi sebagai raja yang agung memiliki orang-orang kepercayaan, serta panglima dan pasukan elit sebagai kekuatan Matra untuk membantu  menjalankan tugas-tugas kerajaan saat itu dan untuk melindungi rakyat Padjadjaran dari gangguan musuh adalah benar. Termasuk maung bodas dan naga yang menjadi kendaraan gaib Sang Prabu.

Tentunya, para panglima dan pasukan elit ini memiliki kemampuan olag kanuragan dan bathin yang sangat mumpuni.

Sehingga salin rupa menjadi Maung Bodas bukanlah sesuatu hal yang mustahil bagi mereka. Selain itu, Maung Bodas juga merupakan simbol. Bahwa seorang pemimpin itu atau raja atau dalam konteks saat ini mulai dari Presiden hingga gubernur, bupati dan walikota haruslah sosok yang memiliki kharisma.

Seorang yang tangguh dan teguh dalam menghadapi berbagai masalah. Harus berani dan punya ‘taring’ layaknya Maung Bodas. Nah, karena warnanya bodas atau putih yang melambangkan kesucian, tentunya haruslah menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.“Benar-benar melayani, mengabdikan diri dan memuliakan rakyatnya. Jangan malah sebaliknya. Memberatkan rakyat,” jelas Dede.

Karena itu, jika masing-masing dari kita menjalankan tugas dan pekerjaan masing-masing dengan ikhlas dan rido, baik di sektor pemerintahan maupun swasta, maka akan membantu menjaga keseimbangan alam yang baik. Itulah isi nasihat yang terkandung dalam Lukisan Gaib Kabuyutan Padjadjaran disertai mimpi misteri Putra Mahkota….lukisan gaib timbul tenggelam satu sama lain berkaitan karya Dede H Permanadikusumah.

(Erwan)

 

Komentar

 
    • ferdiansyah - Bogor
    • Kamis, 09-02-12 10:53
    saya bangga mendengar kata kanjeng prabu siliwangi, sebagai orang sunda , saya ingin tau lebih dalam tentang sejarah bumi padjadjaran.
    semoga lukisan ini bisa menambah pengetahuan & wawasan tentang agung nya kerajaan Padjadjaran.

 

Tambah Komentar