Buku Tamu  ::   Surat Pembaca  ::   Kontak Kami  ::   

Informasi dan Undangan Liputan 0816 148 6092

Berita


Minggu, 10 Juli 2011 09:58 Oleh: Dinda | Haris

Sosok

Mengenal Lebih Dekat Wanita Pengasuh Harimau TSI

ATRAKSI - Tati Hartati pengasuh harimau di TSI saat menunjukkan atraksi harimau sumatra kesayangannya. Foto : Cakrayuri | Warta Pakwan

Wanita selalu diidentikkan dengan seseorang yang penakut dan lemah. Dalam hal pekerjaan pun wanita terkadang lebih memilih pekerjaan yang safety dan mudah, tapi hal tersebut tidak berlaku bagi Tati Hartati (26), seorang perawat satwa di Kebun Binatang atau yang biasa disapa Zoo Keeper.

Tak tanggung-tanggung, hewan yang dirawat dan menjadi tanggung jawab ibu satu anak ini ialah harimau. Wanita asli Bogor Jawa Barat ini mengaku dari kecil memang menyukai semua jenis binatang, tetapi Tati yang biasa disapa demikian tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi seorang zoo keeper hewan buas seperti harimau di Taman Safari Indonesia.

Tati merupakan satu-satunya wanita yang bersedia menjadi zoo keeper show di Obyek Wisata Nasional yang terletak di Desa Cibereum, Kecamatan Cisarua, Bogor. Inilah yang membuat wanita kelahiran Bogor, 5 Oktober 1984 mendapat apresiasi.

 “Sebetulnya ada dua wanita yang tadinya jadi zoo keeper, Cuma yang satu lagi sudah berhenti. Jadilah hanya tinggal saya yang masih disini,” Kata wanita berambut panjang ini, Sabtu (9/7).

Setelah menamatkan pendidikannya di Man Darul Qur’an pada tahun 2001 silam, dirinya langsung melamar pekerjaan di Taman Safari dan sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya ditawari langsung untuk menjadi seorang zoo keeper harimau. Namun berkat kecintaan kepada hewan serta dukungan dari orang disekitarnya, Tati pun mengambil tawaran tersebut.

Lebih jauh, wanita berpostur tinggi lebih dari 160 cm ini menceritakan proses berkenalan dengan harimau, meski dimulai dengan rasa takut. Namun berkat tranning dari zoo keeper lainnya, Tati mampu mengalahkan rasa tersebut dan merubahnya menjadi rasa cinta kepada salah satu satwa yang dilindungi di dunia ini.

“Awalnya sih takut banget, apalagi begitu masuk kamar harimau dan ngeliat harimau itu, Cuma kan saya di tranning dulu sama senior saya, Mas Badawi dan Safe’i  selama kira-kira enam sampai dengan tujuh bulan, abis itu ya mengalir sendiri,” lanjutnya dengan tersenyum membayangkan dirinya pertama kali masuk kedalam kandang harimau.

Tati juga berpendapat, Harimau merupakan hewan buas yang menyeramkan tetapi dibalik itu semua. Harimau juga mempunyai naluri, harimau juga butuh disayang, diperhatikan, sama seperti manusia, yang berbeda hanya akal saja, manusia punya dan harimau tidak. Dan yang lebih hebat lagi, menurutnya apabila kita merawat harimau itu dari baby maka sampai kapanpun harimau itu tidak akan lupa dengan manusia tersebut, hal tersebut juga dialami oleh Tati yang sempat cuti dari pekerjaannya saat hamil anak pertamanya, Garcya Al-Jazeera.

“Saya sempat kepikiran juga apakah harimau ini lupa atau enggak sama saya, Cuma pas saya masuk kembali kesini ternyata harimau-harimau itu engga  lupa sama saya. Contohnya saya memanggil Anjani, harimau putih ini langsung datang menghampiri saya,” lanjutnya sambil tersenyum kepada salah satu harimau putih yang dimiliki oleh Taman Safari Indonesia.

Harimau yang di latih untuk mengikuti show ini ada 17 ekor yang terdiri dari harimau Sumatra, harimau putih, harimau Benggala dan Singa Afrika. Tati mengakui bahwa dia sangat menyukai semua hewan tersebut sehingga tidak bisa memilih apabila ditanya lebih menyukai hewan yang mana.

Suka duka yang dialami oleh Tati juga beragam. Dirinya menceritakan, ketika ke17 harimau yang berada di Taman Safari sedang lincah dan gesit, maka ke-17 harimau ini akan sangat mudah dilatihnya sehingga menjadi hal yang paling disenangi dalam profesinya. Namun berbeda ketika para satwa itu sedang susah makan atau minum, sehingga menjadikan sulit dilatih maka maka itu merupakan duka bagi dirinya.

“Hati kita dengan harimau seperti bersatu, seperti saat orang tua kepada anaknya. Saat anaknya sulit untuk makan. Maka menjadi duka bagi diri kita sendiri,” terangnya.

Ada hal unik di mata Tati bagi satwa karnivora ini. Hal itu tercermin ketika musim kawin tiba, baik harimau betina maupun harimau jantan akan malas berlatih dan mereka akan terus berada didekat pasangan mereka, karena seperti yang diketahui harimau adalah tipe hewan yang setia dengan pasangannya.

Istri dari Iwan Hermawan, juga menceritakan, bahwa suami dan anak sematawayangnya Garcya Al-Jazeera pernah menyuruh dirinya untuk berhenti menggeluti bidang ini. Tetapi dengan tegas Tati menolak, dan beralasan sudah mencintai pekerjaannya. Selain karena 17 harimau asuhannya, wanita lulusan MAN Darul Qur’an ini juga merasa sangat nyaman dengan teman-teman dan suasana pekerjaannya. Namun dirinya berharap bahwa sang anak, Garcya untuk tidak mengikuti jejaknya menjadi seorang zoo keeper.

Meski pekerjaan yang digeluti tergolong berbahaya, Tati mengakui selama 10 tahun dirinya menjadi zoo keeper belum pernah mengalami cidera berat akibat harimau.

Alhamdulilah untuk cidera berat belum pernah, dan jangan sampai deh, tetapi kalau luka ringan seperti dicakar digigit biasalah, mungkin pas lagi meluk mereka. Saya engga sadar udah luka aja gitu,” katanya sambil menunjukan lukanya kepada tim wartapakwan

Begitu disinggung mengenai harapannya terhadap satwa yang ada di Indonesia terutama harimau, Tati dengan tegas menyatakan dirinya meminta agar manusia berhenti melakukan kejahatan kepada binatang, terutama harimau.  Kejahatan itu dapat dihentikan dengan tidak melakukan perburuan liar dan perjual-belian harimau di Indonesia dan dunia.

“Karena dengan tidak adanya harimau dapat merusak ekosistem yang ada di hutan dan berdampak lain yang juga dapat dirasakan oleh manusia, seperti erosi, banjir, longsor dan musibah lainnya. Makanya itu kita wajib saling mengingatkan untuk menjaga lingkungan kita,” tutup Tati seraya melemparkan senyum kepada tim Warta Pakwan.

 

Biodata

Nama                  :               Tati Hartati

TTL                      :               Bogor, 5 Oktober 1984

Alamat                :               Kp. Alun-Alun Rt 02/04, Cisarua Bogor

Agama                :               Islam

Suami                 :               Iwan Hermawan

Anak                   :               Garcya Al-Jazeera (4)

Pendidikan         :               SDN Cipayung Girang II

                                           MTS Darul Qur’an (1998)

                                            MAN Darul Qur’an (2001)

 

dinda@wartapakwan.com

 

Social Bookmarks (sp_socialbookmarks): Could not open file "".

Komentar

Tidak ada data diketemukan

Belum ada yang berkomentar

Tambah Komentar

Adding an entry to the guestbook
CAPTCHA image for SPAM prevention