Buku Tamu  ::   Surat Pembaca  ::   Kontak Kami  ::   

Informasi dan Undangan Liputan 0816 148 6092

Berita


Minggu, 13 Mei 2012 15:02

Napi Tak Bisa Baca Al-Quran

Ponpes Masuk ke Lapas

Suasana peluncuran Ponpes masuk Lapas di Cianjur.

Sedikitnya 350 orang narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B, Cianjur, Jawa Barat, diketahui tidak bisa membaca Al-Qur'an, 240 orang bisa membaca Al-Qur'an, 160 orang belum lancar, dan 60 orang masih dalam blok karantina.

Penghuni Lapas Kelas II B Cianjur saat ini 800 orang, terdiri dari tahanan pria dewasa 166 orang, tahanan wanita dewasa 6 orang, tahanan pria anak 5 orang, napi pria dewasa 595 orang, napi wanita dewasa 2 orang, napi pria anak 25 orang, napi wanita anak 1 orang.

Hal itu dikemukakan Kepala Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Kantor Wilayah Jawa Barat Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cianjur, Sahat Philip Parapat, Bc.IP, SH, MH, ketika meresmikan dan melantik jajaran pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Narapidana pada Lapas Kelas II B Cianjur, kemarin.

 Sahat Philip menyambut gembira didirikannya ponpes bagi napi di dalam Lapas Kelas II B Cianjur yang dipimpinnya. Pendirian ponpes bagi napi itu diprakarsai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur. Itu didukung pula Kementerian Agama Kabupaten Cianjur dan Bupati Cianjur.

 Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KRH Abdul Halim, didampingi Sekretaris MUI Ahmad Yani mengemukakan, ide mendirikan ponpes di lapas karena ternyata dari 800 tahanan yang berada di lapas, masih banyak yang buta huruf Al-Qur'an dan tidak bisa membaca surat al-Fatihah dengan benar.

 "Atas kenyataan tersebut, menjadi kewajiban kami untuk membina mereka. Didirikannya pesantren untuk napi di dalam lapas ini merupakan yang pertama di Jawa Barat, bahkan mungkin di Indonesia," ujarnya.

DK

Social Bookmarks (sp_socialbookmarks): Could not open file "".

Komentar

Tidak ada data diketemukan

Belum ada yang berkomentar

Tambah Komentar

Adding an entry to the guestbook
CAPTCHA image for SPAM prevention